Jumat, 18 Januari 2013

Lecture Bahasa Indonesia IV


Kerangka Karangan:

Topik: PRODUK TI DALAM MASYARAKAT INDONESIA
Tema: PRODUK IT MEMAJUKAN MASYARAKAT
1.       PENGENALAN TI
1.1.    Pengertian TI
1.2.    Penyerapan Teknologi TI
1.3.    TI adalah Proyek
1.4.    Sisi Positive dan Negatif

2.       GAMBARAN MASYARAKAT TI
2.1.    Pertumbuhan TI di Masyarakat
2.2.    Apa yang harus dilakukan?

3.       KESIMPULAN


PRODUK TI DAN MASYARAKAT INDONESIA


Teknologi Infromasi (TI) mempunyai pengertian sebagai hal-hal yang bersifat komunikasi dan komputasi berbasiskan teknologi baik itu data, suara maupun video yang dapat membantu bahkan memudahkan masyarakat umum untuk mencapai sesuai yang diinginkannya.

Biasanya TI dikenal masyarakat pada umumnya adalah komputer yang lengkap dengan Monitor, Keyboard, Mouse dan Printernya.  Sebenarnya tidak salah mempunyai pengertian yang seperti itu, namun alangkah baiknya jika masyarakat mengenal TI dengan lebih luas. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern.

TI merupakan projek bersama, saling membantu memahami dan menerapkan dalam kehidupan sesuai dengan peran dan fungsinya, akan membuat masyarakat kita menjadi bisa bersaing dengan masyarakat dinegara-negara maju.

Memahami TI membuat kita lebih mudah untuk berinteraksi dengan produk-produknya, selain efek positif yang ditimbulkan, namun TI juga mempunyak efek negative yang tidak kalah pentingnya untuk kita ketahui, antara lain misalnya; kebanyakan menggunakan produk TI dalam hal earphone dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran ketika kita menggunakannya terlalu sering dan volume tinggi.

Perkembangan teknologi dan masyarakat memang tidak bisa dipisahkan, dari yang sebelumnya masyarakat hanya mengenal produk-produk TI untuk golongan tertentu, namun sekarang hal itu sudah tidak berlaku, karena banyak juga produk-produk TI yang menyasar segala segmen masyarakat, dari produk menengah keatas sampai menengah keatas. Begitupun dengan masyarakat mau tidak mau harus mengikuti perkembangan ini, atau akan tertinggal. 

Namun biasanya, kebanyakan masyarakat kita menginginkan semua hal bisa dilakukan dengan cepat (instan), mereka biasanya membeli produk-produk TI sesuai keinginannya meski tidak sesuai dengan kebutuhannya.  Untuk menghadapi gempuran produk-produk yang berbasis TI, sebaiknya kita memilihnya dengan bijak pemilihan haruslah yang sesuai dengan kebutuhan, kita dapat membandingkan produk yang akan kita beli dari sisi fitur, kualitas, spesifikasi yang sesuai dan harga.

Kebutuhan akan produk TI saat ini memang tidak bisa ditawar lagi keberadaannya, hampir disemua aspek tersedia produk TI, mulai dari urusan bersosialisasi hingga berbisnis.
Tetapi keberadaan TI tidak boleh meninggalkan ciri bangsa masyarakat yang ada di Indonesia, kebudayaan kita adalah ciri diri kita.
Budaya ketimuran yang kita miliki dan pengetahuan TI yang baik adalah semangat gambaran masyarakat kita selanjutnya.

 

Rabu, 21 November 2012

Alinea / Paragraf (Pengembangan)

Pengembangan Paragraf mencakup dua hal:
  1. Kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasan bawahan;
  2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur. 
Macam-macam Metode Pengembangan Paragraf;
  1. Klimaks dan Anti Klimaks
  2. Sudut Pandangan / Point of View
  3. Proses
  4. Perbandingan dan Pertentangan
  5. Analogi
  6. Contoh
  7. Kausal
  8. Umum-Khusus / Khusus-Umum
  9. Klasifikasi
  10. Definisi Luas
Menurut fungsinya
  1. Paragraf Pembuka
  2. Paragraf Penghubung
  3. Paragraf Penutup

Menurut posisi kalimat topik :

  1. Paragraf Deduktif
  2. Paragraf Induktif
  3. Paragraf Deduktif – Induktif
  4. Paragraf Tersebar

Berdasarkan sifat isinya :

  1. Paragraf Argumentasi
  2. Paragraf Narasi
  3. Paragraf Persuasi
  4. Paragraf Eksposisi
  5. Paragraf Deskripsi

Selasa, 20 November 2012

Alinea

Pengertian Alinea
Alinea adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari sebuah kalimat. Alinea merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.
Unsur-unsur Alinea
Alinea adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca.Supaya pikiran tersebut dapat diterima oleh pembaca,alinea harus tersusun secara logis-sistematis.Alat bantu untuk menciptakan susunan logis-sistematis itu adalah unsur-unsur penyusun alinea,seperti transisi (transition),kalimat topik (topic sentence),kalimat pengembang (development sentence),dan kalimat penegas (punch-line).
Keempat unsur penyusun alinea tersebut,terkadang muncul secara bersamaan,terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam sebuah alinea.

Syarat-syarat Alinea
Syarat-syarat pembentukan Alinea:
  • Kesatuan: Semua kalimat yang mendukung alinea secara bersama-sama mendukung sebuah ide.
  • Koherensi: Saling berhubungan sebuah kalimat dengan kalimat lainnya yang membentuk sebuah alinea.
  • Pengembangan: Sebuah alinea memiliki pengembangan gagasan/ide dengan menggunakan kalimat pendukung.
  • Efektif: Dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.

Sumber :

Senin, 19 November 2012

Kalimat Efektif dan Kalimat Turunan

I.  Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan maksud penutur/penulis secara tepat sehingga maksud itu dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang mampu menjembatani timbulnya pikiran yang sama antara penulis/penutur dan pembaca/pendengar. Kalimat efektif harus dapat mewakili pikiran penulis/pembicara secara pas dan jitu sehingga pendengar/ pembaca akan memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti yang dimaksud oleh penulis/pembicaranya.
II.  Ciri-ciri Kalimat Efektif
  1. Kesatuan Gagasan
Yang dimaksud dengan kesatuan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat. Sebuah kalimat harus memiliki subyek, predikat, serta unsur-unsur lain (Objek/Keterangan) yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal. Dalam setiap kalimat hanya ada satu maksud penulis/pembicara, dan maksud itu harus dapat dikenali dan dipahami oleh pembicara/pendengar.
Contoh kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya:
  • Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberikan kredit. (terdapat subjek ganda dalam satu kalimat)
Contoh kalimat yang jelas kesatuan gagasannya:
  • Pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberi kredit untuk membangun gedung sekolah baru.
  1. Kesejajaran/Keparalelan
Yang dimaksud dengan keparalelan atau kesejajaran adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama jenis katanya, pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat. Umpamanya dalam sebuah perincian, jika unsur pertama berbentuk verba, unsur kedua dan seterusnya juga harus verba. Jika unsur pertama nomina, unsur berikutnya juga harus nomina. Dengan kata lain, sebuah kalimat harus memiliki kesamaan bentukan/ imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di–, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di– pula.
Contoh kesejajaran atau paralelisme yang salah:
  1. Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha?
  2. Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Contoh kesejajaran atau paralelisme yang benar:
  1. Kakakmu menjadi dosen atau menjadi pengusaha?
  2. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.
  3. Kehematan
Yang dimaksud dengan kehematan ialah adanya upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat disini, tidak  berarti tidak memakai kata-kata mubazir; tidak mengulang subjek; tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak. Dengan hemat kata, kalimat akan menjadi padat berisi dan tidak akan merubah maksud kalimat.
Contoh kalimat yang tidak hemat kata:
  • Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mahasiswa itu belajar sepanjang hari dari pagi sampai sore.
Contoh kalimat yang hemat kata:
  • Saya melihat sendiri mahasiswa itu belajar seharian.
a. Kelogisan
Yang dimaksud dengan kelogisan ialah terdapatnya arti kalimat yang logis/ masuk akal. Logis dalam hal ini juga menuntut adanya pola pikir yang sama sistematis (teratur dalam perhitungan angka dan penomoran). Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya, sudah benar pula pemakaian tanda baca, kata, atau frasanya, dapat menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika berbahasa. Perhatikan contoh kalimat yang lemah dari segi logika berbahasa berikut ini.
  • Kepada Bapak Subhan, waktu dan tempat kami persilakan. (waktu dan tempat tidak perlu dipersilakan) –salah
  • Kepada Bapak Subhan, kami persilakan. –benar
b. Kepaduan (Koherensi)
Yang dimaksud dengan koerensi adalah terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. Yang termasuk pembentuk kalimat adalah frasa, klausa, tanda baca, dan fungsi sintaksis (S-P-O-Pel-Ket).
Contoh kalimat yang tidak koheren:
  • Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi. (tidak mempunyai subjek/subjeknya tidak jelas)
Contoh kalimat yang unsurnya koheren:
  • Setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi.
c. Ketepatan
Yang dimaksud dengan ketepatan adalah kesesuaian atau kecocokan pemakaian unsur-unsur yang membentuk kalimat sehingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti. Di antara semua unsur yang berperan dalam pembentukan kalimat, harus diakui bahwa kata memegang peranan terpenting. Tanpa kata, kalimat tidak akan ada. Akan tetapi, adakalanya kita harus memilih dengan akurat satu kata, satu frasa, satu idiom, satu tanda baca dari sekian pilihan demi terciptanya makna yang paling tepat. Perhatikan contoh di berikut ini.
Contoh kalimat yang tidak memperhatikan faktor ketepatan:
  • Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi hingga petang. (salah dalam pemakaian kata hingga)
Contoh kalimat yang memperhatikan faktor ketepatan:
  • Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sampai petang.
III. Kesalahan Kalimat
Karangan ilmiah, laporan kerja, surat  lamaran atau jenis komunikasi lain, seluruhnya harus menggunakan kalimat yang baik dan benar. Baik memungkinkan karangan itu dapat diterima oleh siapapun dan benar artinya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kesalahan kalimat dapat berakibat fatal, salah pengertian, salah tindakan, dan sebagainya.
Kesalahan Stuktur
a. Kalimat aktif tanpa subjek
Menurut ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi Indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan. (salah)
Ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi Indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan. (benar)
  • Menempatkan kata depan di depan subjek, dengan kata depan ini subjek berubah fungsi menjadi keterangan
  • Di Jakarta memiliki pusat perdangangan terbesar di Asean. (salah)
  • Jakarta memiliki pusat perdangangan terbesar di Asean. (benar)
  • Di Jakarta tedapat pusat perdangangan terbesar di Asean. (benar)
b. Menempatkan kata yang di depan predikat, sehingga berubah fungsi menjadi perluasan objek
  • Petani yang bekerja di sawah. (salah)
  • Petani bekerja di sawah. (benar)
c. Menempatkan kata depan di depan objek. Dalam kata kerja transitif langsung diikuti objek dan tidak disisipi kata depan
  • Mereka mendiskusikan tentang keselamatan kerja. (Salah)
  • Mereka mendiskusikan keselamatan kerja. (benar)
d. Menempatkan kata penghubung intrakalimat tunggal pada awal kalimat
  • Ia pandai. Sehingga selalu mendapt beasiswa. (salah)
  • Ia pandai sehingga selalu mendapat beasiswa. (benar)
e. Penggabungan anak kalimat
  • Meskipun sudah kaya raya, tetapi ia tetap bekerja keras. (salah)
  • Meskipun sudah kaya raya, ia tetap bekerja keras. (benar)
  • Tidak…tetapi, tidak hanya…tetapi juga, bukan hanya…melainkan juga.
f. Salah urutan
  • Ia menulis laporan, mengamati data, dan menyerahkan laporan itu. (salah)
  • Ia mengamati data, menulis laporan, dan menyerahkan laporan itu. (benar)
IV. Jenis Kalimat Menurut Jumlah Klausanya
Menurut jumlah klausa pembentuknya, kalimat dapat dibedakan atas dua macam, yaitu kalimat tunggal, kalimat majemuk atau kalimat turunan.
  1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu klausa. Karena klausanya yang tunggal maka dinamai kalimat tunggal. Hal itu juga berarti hanya ada satu P(predikat) di dalam kalimat tunggal. Seperti telah dijelaskan, unsur S dan P adalah penanda klausa. S dan p selalu wajib dalam setiap kalimat.
Adapun O, Pel, dan Ket sifatnya tidak wajib hadir di dalam kalimat, termasuk dalam kalimat tunggal. Kehadiran O, Pel, Ket bergantung pada P. Jika P masih perlu dilengkapi, barulah unsur yang melengkapi itu dihadirkan.
Contoh :
  1. Kami mahasiswa Indonesia.
  2. Jawaban anak pintar itu sangat tepat.
  3. Mobil orang kaya itu ada delapan.
Kalimat tunggal dapt dilengkapi atau diperluas dengan menambah satu unsur O, Pel, dan Ket. Jadi kalimat tunggal tidak harus berupa kalimat pendek.
  1. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang merupakan gabungan dua atau lebih kalimat tunggal. Hal itu berarti dalam kalimat majemuk terdapat lebih dari satu klausa.
Perhatikan contoh diberikut ini.
v  Seorang manajer harus mempunyai wawasan yang luas dan
S                        P1                           O1
harus menjunjung tinggi etika profesi .
            P2                               O2
v  Anak-anak bermain layang-layang di halaman kampus ketika
S1               P1               O1                     Ket
para dosen, karyawan, dan mahasiswa menikmati hari libur .
S2                                    P2            O2
Contoh yang pertama disebut kalimat majemuk setara karena mempunyai dua klausa yang setara/sejajar. Penanda yang memisahkan klausa dalam kalimat majemuk setara antara lain konjungsi dan. Contoh yang kedua disebut kalimat majemuk bertingkat karena klausa yang kedua merupakan perluasan dari klausa pertama. Penanda yang memisahkannya adalah konjungtor ketika.
Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara mempunyai ciri :
  • Dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal
  • Kedudukan tiap kalimat sederajat
Penghubung  Klausa dalam Kalimat Majemuk Setara
Jenis Hubungan
Fungsi
Kata Penghubung
penjumlahan menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, dan proses dan, serta, baik, maupun
pertentangan menyatakan bahwa hal yang dinyatakan dalam klausa pertama bertentangan dengan klausa kedua tetapi, sedangkan, bukannya, melainkan
Pemilihan menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan Atau
Perurutan menyatakan kejadian yang berurutan lalu, kemudian
Contoh kalimat majemuk setara :
  1. Erni mengonsep surat itu dan Rini mengetiknya.
  2. Muridnya kaya, tetapi ia sendiri miskin.
  3. Engkau tinggal disini, atau ikut dengan saya.
  4. Ia memarkir mobilnya di lantai 3, lalu naik lift ke lantai 7.
Kalimat Majemuk Bertingkat
Konstruksi kalimat majemuk bertingkat berbeda dengan kalimat majemuk setara. Perbedaannya terletak pada derajat klausa pembentuknya yang tidak setara karena klausa kedua merupakan perluasan dari klausa pertama. Karena itu, konjungtur kalimat majemuk bertingkat juga berbeda dengan konjungtur kalimat majemuk setara.
Penghubung Klausa dalam Kalimat Majemuk Bertingkat
Jenis
Hubungan
Kata Penghubung
a. waktu sejak, sedari, sewaktu, sementara, seraya, setelah, sambil, sehabis, sebelum, ketika, tatkala, hingga, sampai
b. syarat jika(lau), seandainya, andaikata, andaikan, asalkan, kalau, apabila, bilamana, manakala
c. tujuan agar, supaya, untuk, biar
d. konsesif walau(pun), meski(pun), sekali(pun), biar(pun), kendati(pun), sungguh(pun)
e. pembandingan seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, daripada, alih-alih, ibarat
f. sebab/alasan sebab, karena
g. akibat/hasil sehingga, sampai-sampai, maka
h. cara/alat dengan, tanpa
i. kemiripan seolah-olah, seakan-akan
j. kenyataan Padahal, nyatanya
k. penjelasan/ kelengkapan bahwa
Contoh kalimat majemuk bertingkat:
  1. Dia datang ketika kami sedang rapat.
  2. Lalu lintas akan teratur andaikata pemakai jalan berdisiplin tinggi.
  3. Anda harus bekerja keras agar berhasil.
  4. Semangat belajarnya tetap tinggi walaupun usianya sudah lanjut.
  5. Aku memahaminya sebagaimana ia memahamiku.

sumber:
http://meirianie.wordpress.com/2011/05/11/kalimat-efektif-dan-kalimat-turunan/ 

Kamis, 15 November 2012

Kalimat Efektif (Pengertian, Ciri dan contoh Kalimat Efektif)

Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.
Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif
1.Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT).
Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:
Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif)
Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)
2.Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).
3.Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a. Menghilangkan pengulangan subjek.
b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)
4.Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)
5.Kesatuan atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjurmeninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)
Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif)
Makalah ini membahas teknologi fiber optik. (efektif)
6.Keparalelan atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)
7.Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
Contoh:
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan)
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)
b. Membuat urutan kata yang bertahap.
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)
c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh:
Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.
d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
Contoh:
Anak itu bodoh, tetapi pintar.
e. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh:
Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku?
Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini.
 sumber:
http://anjarpras.blogspot.com/2011/10/kalimat-efektif.html 

Selasa, 13 November 2012

Sistem Pakar pada sebuah Jaringan Wireless


Sistem Pakar,...
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat, sedangkan...

Seorang Pakar seorang pakar/ ahli ( human expert ) adalah seorang individu yang memiliki kemampuan pemahaman yang superior dari suatu masalah. misalnya : seorang dokter, penasehat keuangan, pakar mesin mobil dsb., sedangkan Kepakaran ( expertise ) adalah Pemahan yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang di peroleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman.

Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan jika Sistem Pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik.
Berikut adalah beberapa syarat kemampuan kepakaran, antara lain :

1.       Dapat mengenali ( recognizing ) dan merumuskan masalah
2.       Menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat
3.       Menjelaskan solusi
4.       Belajar dari pengalaman
5.       Restrukrisasi /pengetahuan
6.       Menentukan relevansi / hubungan
7.       Memahami batas kemampuan

Sesungguhnya Sistem Pakar tidak sepenuhnya dapat dijadikan acuan kebenaran dengan akurasi 100%, namun biasanya mendekati kebenaran berdasarkan teori-teori, pengalaman dan pengetahuan.

Berikut adalah contoh video sistem pakar dalam bidang Keamanan Jaringan Wireless:






resource: 
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar 
  3. http://novtani.wordpress.com/tag/sistem-pakar-adalah/
  4. http://www.youtube.com/watch?v=CStMHLQWa_8